Home » MedikUpdate » Kesehatan » 5 Anak Dalam 1 Keluarga di Aceh Menderita Thalasemia

Pasangan Nurhayati (43) dan Daud Zainal (62), warga Desa Pulo Awe, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun, Aceh, memiliki lima anak yang menderita thalasemia. Kelimanya adalah dan Zulfikar (20), Yuliati (19), Fuzanur (14), Fariza (13), dan Asmaul Jannah (9).

Thalasemia merupakan penyakit bawaan. Penderitanya menderita anemia (kekurangan sel darah merah) jenis hemolitik. Pasangan ini mengaku kesulitan biaya untuk mengobati kelima anaknya ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. Alhasil, kelimanya hanya bisa berbaring di rumah sembari menahan sakit. Tubuh mereka terlihat kurus dan lemah.

Nurhayati, yang baru saja menjalani operasi usus dan tumor, mengatakan, keluarganya tidak menyadari bahwa lima dari delapan anaknya tersebut menderita sakit yang sama yakni thalasemia.

“Anak saya waktu lahir normal semua. Mereka mulai terlihat pucat setelah masuk SD. Awalnya saya pikir penyakit kuning biasa, jadi hanya saya bawa ke Puskesmas dan berobat kampung saja,” katanya.

Kelimanya baru didiagnosis menderita thalasemia pada April 2015. Kelimanya kini telah putus sekolah. “Zulfikar putus sekolah karena sering diejek dan tidak ada yang mau berkawan dengan anak saya karena takut menular penyakit” kata Nurhayati sambil meteskan air mata.

Walau harus menanggung beban yang sangat berat, Nurhayati dan Daud tetap tabah dan sabar menjalani hidup. Mereka hanya bisa menanti uluran tangan para dermawan dan semua pihak yang ingin membantu untuk meringankan penderitaannya.

“Kami sudah tidak tahu harus mendapatkan biaya perawatan anak dari mana. Suami saya sudah tidak sanggup bekerja lagi usianya sudah tua, paling kalau ada orang suruh kupas kelapa,” katanya.

5 Anak Dalam 1 Keluarga di Aceh Menderita Thalasemia

Ilustrasi Peduli Thalasemia

Thalasemia

Thalasemia merupakan anemia hemolitik herediter yang diturunkan dari kedua orang tua kepada anaknya secara resesif. Pada penyakit ini terjadi kelainan gen yang mengakibatkan kerusakan sel darah merah. Untuk pengertian mudahnya Thalasemia dapat menyebabkan anemia, mulai dari yang tingkat ringan hingga berat.

Penyakit ini dapat diturunkan kepada anak bila kedua orang tua membawa gen Thalasemia, dengan presentase 25 % normal, 50 % pembawa atau karier (memiliki 1 gen cacat, disebut Thalasemia Minor), dan 25 % menderita Thalasemia Major (memiliki 2 gen cacat). Jika hanya 1 orang tua saja yang membawa gen maka anak tersebut hanya menjadi pembawa tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala dari penyakit ini.

vitamin vitabrain

Thalasemia pada umumnya digolongkan berdasarkan rantai asam amino yang terinfeksi, yaitu alfa- thalasemia (melibatkan rantai alfa) dan beta- thalasemia (melibatkan rantai beta). Pada umumnya, kebanyakan orang Indonesaia mengalami jenis beta- thalasemia. WHO menyebutkan 250 juta penduduk dunia (4,5 %) membawa genetik Thalasemia. Di Indonesia sendiri jumlah penderita Thalasemia hingga tahun 2009 naik menjadi 8,3 %, dan sayangnya 90 % penderita tersebut berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu. Angka kejadian Thalasemia sampai saat ini belum bisa terkontrol dengan baik karena tersandung oleh faktor genetik dan belum maksimalnya tindakan screening.

Semua penyakit Thalasemia memiliki gejala yang mirip, namun tingkat beratnya gejala bervariasi. Mayoritas penderita akan mengalami anemia yang ringan. Anemia inilah yang menyebabkan wajah pucat, tubuh lemas, nafsu makan turun, dan insomnia atau susah tidur.

Pada beberapa kasus terjadi penebalan dan pembesaran tulang, terutama pada tulang kepala dan wajah. Selain itu tulang-tulang panjang menjadi lemah dan mudah patah. Hal ini karena sumsum tulang yang berperan penting dalam menghasilkan hemoglobin tersebut. Jika terjadi kelebihan zat besi bisa terkumpul dan mengendap dalam otot jantung, sehingga dapat mengakibatkan gagal jantung. Penderita yang terkena Thalasemia sejak kecil maka pertumbuhannya akan lebih lambat dibandingkan anak normal lainnya. Penderita beta- thalasemia mayor bisa mengalami gejala yang lebih berat yaitu terjadi sakit kuning (jaundice), luka terbuka di kulit (ulkus atau borok), pembesaran limpa, dan batu empedu.

Satu-satunya penyebab penyakit Thalasemia adalah gen cacat yang diturunkan oleh orang tua. Disini yang perlu digaris bawahi adalah penyakit Thalasemia bukanlah penyakit menular, tetapi penyakit keturunan. Cara diagnosis Thalasemia yang efektif biasanya berdasarkan kepada pola herediter dan pemeriksaan hemoglobin khusus.

5 Anak Dalam 1 Keluarga di Aceh Menderita Thalasemia

Demonstrasi Menghimbau Dinor Darah Untuk Penderita Thalasemia

Cara Mengobati Thalasemia

Hingga saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan Thalasemia. Namun sebagai manusia hendaknya kita tetap terus berusaha untuk menyembuhkan penyakit ini. Berikut adalah beberapa cara yang umum dilakukan untuk mengobati Thalasemia.

Untuk mengatasi penyakit ini Anda bisa mengatasinya dengan cara transfusi, kemudian mengonsumsi suplemen folat pada Thalasemia yang berat, lalu ada pula dengan menghindari obat-obatan yang mengandung zat besi dan pengoksidasi untuk penderita yang menjalani transfuse karena zat besi yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan
Hindari stres.

Sedangkan untuk mencegah Pada pengobatan teknologi medis modern, pengobatan Thalasemia dapat dilakukan dengan cara transplantasi sumsum tulang yang allogenic. Namun tentu saja anda harus mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter.

Sedangkan untuk mencegah Thalasemia bisa Anda lakukan dengan cara sederhana, umpamanya Anda adalah pasangan yang akan menikah, tak ada salahnya untuk memeriksakan darah agar bisa diketahui apakah ada penyakit keturunan. Jika kedua orang tua merupakan kerier Thalasemia, dengan berat hati dianjurkan untuk tidak mempunyai anak. Atau jika memang akhirnya memiliki anak dan menderita Thalasemia, maka seumur hidup anak memerlukan transfuse darah atau kemungkinan lain anak akan meninggal dalam kandungan ibu.

, , , ,

About

Pernah bekerja di beberapa surat kabar nasional, copywriter serta editor konten blog ecommerce dan belajar SEO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge