Home » MedikUpdate » Kesehatan » RSUD Pekanbaru Terlantarkan Pasien Luka Bakar dan Lumpuh

Lagi! RSUD Pekanbaru terlantarkan pasien luka bakar dan lumpuh beberapa waktu lalu. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, seolah dunia medis di Indonesia seperti tak pernah berhenti mencari sensasi, jika sensasi itu berupa profesionalitas maka acungan jempol, tetapi jika hal sedemikian tentu bukanlah pujian tetapi cercaan. Mungkin tidak secara langsung melainkan didalam hati bagi orang yang mendengar kabar ini tetapi penelantaran terhadap pasien membuat dunia medis Indonesia semakin tercoreng.

RSUD Pekanbaru Terlantarkan Pasien Luka Bakar dan Lumpuh

Pasien yang Terlantar di RSUD Pekanbaru Arifin Ahmad

Sebelumnya, tentang karut-marut progran BPJS yang pada akhirnya menuai kisruh di beberapa daerah, meskipun di sebagian besar daerah program ini berjalan dengan baik, lalu kesiapan SDM dari jasa kesehatan seperti rumah sakit, klinik, puskesmas dan sebagainya, tak jarang sikap yang diberikan kepada pasien khususnya kurang mampu cenderung lebih sinis ketimbang pasien yang datang dengan mobil pribadi, wangi dan berpakaian bagus.

Sepertinya hal ini terjadi sekitar di RSUD Pekanbaru, rasa sakit yang tak tertahankan di sekujur tubuh Jelita (44) akibat luka bakar yang parah dan organ tubuh yang lumpuh, imbas peristiwa kebakaran pada tahun 2007 silam, tidak digubris Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad, Pekanbaru.

Harapan Junihar Silaban (44), suami Jelita, untuk menyembuhkan sang istri juga nyaris kandas. RSUD Pekanbaru, Arifin Ahmad ini dinilai memberi harapan palsu. Junihar hanya dijanjikan operasi amputasi oleh pihak Rumah sakit namun belum terealisasi.

vitamin vitabrain

“Saya membawa istri ke RSUD Arifin Ahmad ini sejak pada Minggu (22/2) lalu. Selama di sini, kami tidur di lantai, dikasih obat semacam anti denyut gitu, tapi tidak diinfus,” ujar Junihar warga desa Simpang Intan kecamatan Pinggir kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (1/3). Dari pengakuan tersebut artinya pasien sudah diterima rumah sakit tetapi diterlantarkan, tanpa ada tindakan atau penanganan lebih lanjut, padahal, pasien tersebut sudah berada di rumah sakit umum daerah Pekanbaru Arifin Achmad tersebut lebih dari satu pekan.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi E, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menilai, kasus ini tamparan bagi pemerintah daerah Bengkalis yang dipimpin Bupati Herlyan Saleh. “Ini tamparan bagi pemerintah daerah propinsi, khususnya yang menangani bidang kesehatan. Jangan sibuk mengurusi BPJS saja, tetapi hal kecil berupa pelayanan rumah sakit diabaikan,” ujar Ade Agus Hartanto, anggota Komisi E DPRD propinsi Riau.

Menurutnya, kasus ini seharusnya menjadi atensi semua pihak, khususnya bagi dinas sosial setempat. Ini mengingat pasien adalah dari kalangan menengah ke bawah, yang sama sekali tidak memiliki keluarga untuk menetap sementara di Pekanbaru.

Jelita dan suaminya Junihar Silaban terpaksa tidur di lantai ruang pendaftaran beralaskan tikar plastik yang sangat tipis, karena diberi harapan oleh sang dokter rumah sakit pelat merah tersebut untuk menunggu konfirmasi operasi amputasi.

Kasus Jelita barangkali contoh kecil kasus dari sekian banyak pasien yang mungkin yang mengalami hal serupa. Untuk itu peran aktif rumah sakit bekerja sama dengan dinas sosial menangani masalah ini diperlukan dengan cepat. Tidak mungkin jika pemerintah setempat tidak memiliki antisipasi, dalam bentuk dana sekalipun pemerintah daerah yang terkenal dengan sumber daya alam yang cukup banyak dan berpotensi ini bukan tidak mungkin alokasi dana minim untuk hal seperti ini.

RSUD Pekanbaru Terlantarkan Pasien Luka Bakar dan Lumpuh

RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru

Jika terlalu lama larut dan tak ada penanganan maka kasus ini berpotensi melanggar HAM serta kode etik dunia medis, semoga saja RSUD Pekanbaru tidak menelantarkan pasien tersebut dan langsung mendapat penanganan, perawatan hingga pasien ini bisa layak diperkenankan untuk keluar rumah sakit dengan kondisi sudah membaik. Semoga saja. [baca juga : Problematika Pelayanan BPJS]

, , , , , , ,

About

Pernah bekerja di beberapa surat kabar nasional, copywriter serta editor konten blog ecommerce dan belajar SEO.

commentscomments

  1. jean says:

    parah nih!

  2. emje says:

    gila bener yah.. mudah2an ini ga terjadi di rumah sakit atau puskesmas atau apapun nama sentra kesehatan di Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge